x
Investasi Properti vs Emas: Mana yang Lebih Untung Jangka Panjang?

Investasi Properti vs Emas: Mana yang Lebih Untung Jangka Panjang?

Investasi Properti vs Emas: Mana yang Lebih Untung Jangka Panjang?

mpnews.makmurproperty.com 16/09/2025, 19.03 WIB

Penulis : Nuzul Isnaini M. | Editor : Tim MP News

Malang,  mpnews.makmurproperty.com – Halo Sobat FaMP! Pernah bingung milih mana investasi yang paling aman & menguntungkan antara properti atau emas? Keduanya populer di Indonesia, properti suka dilirik karena aset nyata & bisa jadi passive income, sementara emas dianggap aman terhadap inflasi. Yuk kita bandingkan, Investasi properti vs emas, mana yang lebih untung jangka panjang, berdasarkan data terbaru, kelebihan, risiko, dan mana yang cocok untuk kondisi kamu!

1. Data Terbaru

  •  Emas (emas batangan Antam 24K)
    Harga sekitar Rp 2.105.000/gram per 16 September 2025. Harga buyback: Rp 1.952.000/gram. Emas cenderung stabil saat pasar fluktuatif; likuiditas tinggi (mudah dijual kembali). Emas cenderung stabil saat pasar fluktuatif; likuiditas tinggi (mudah dijual kembali).
  • Properti (Indeks Harga Properti Perumahan — IHPP / SHPP)
    Dari survei BPS untuk 2024, properti perumahan di 51 kabupaten/kota naik secara tahunan, meskipun tingkat kenaikan bervariasi antar daerah. Realisasi investasi sektor properti di Indonesia di kuartal IV-2024 mencapai US$ 34,9 miliar, dan sektor properti terus masuk dalam lima besar kontributor investasi nasional. Properti menawarkan potensi kenaikan jangka panjang + pendapatan sewa, tapi ada biaya besar awal & risiko likuiditas lebih rendah dibanding emas.

2. Kelebihan & Kekurangan Masing-masing

Emas
  • Punya keunggulan di likuiditas. Kalau butuh dana cepat, emas bisa langsung dijual di butik Antam, Pegadaian, atau toko emas dengan harga buyback yang jelas. Selain itu, emas juga tahan terhadap inflasi dan sering jadi “safe haven” saat ekonomi global gonjang-ganjing.
  • Kekurangannya, emas tidak menghasilkan cashflow. Keuntungan hanya bisa didapat dari kenaikan harga, dan Sobat FaMP perlu hati-hati soal biaya penyimpanan serta risiko kehilangan
Properti
  • Aset ini bisa mendatangkan pendapatan pasif lewat penyewaan, sekaligus memberikan keuntungan jangka panjang lewat kenaikan nilai tanah atau bangunan. Tapi, risikonya lebih besar.
  • Modal awal yang dibutuhkan tinggi, ada biaya pemeliharaan, pajak, serta risiko kalau properti kosong tanpa penyewa. Likuiditasnya juga rendah karena butuh waktu lama untuk menjual rumah atau tanah.

    Baca juga: Apakah Investasi Emas Masih Relevan di Tahun 2025

3. Studi Kasus & Simulasi

Berikut simulasi sederhana untuk melihat potensi keuntungan dalam horizon 10–15 tahun:

Contoh Simulasi

  • Bayangkan Sobat FaMP punya modal Rp100 juta. Kalau dibelikan emas Antam sekarang (Rp2.105.000/gram), bisa dapat sekitar 47,5 gram emas. Dengan asumsi kenaikan harga emas 6% per tahun, dalam 10 tahun nilainya bisa tembus sekitar Rp180 jutaan.
  • Kalau uang itu dipakai sebagai DP properti kecil di pinggiran kota, lalu disewakan, proyeksi kenaikan harga properti 6–8% per tahun plus pendapatan sewa 4–6% bisa membuat total keuntungan lebih tinggi dari emas. Tapi, jangan lupa ada biaya tambahan: pajak, perawatan, dan risiko rumah kosong.

4. Mana Lebih Menguntungkan dalam Jangka Panjang?

Dari data & simulasi:
  • Emas unggul dalam hal likuiditas, biaya awal rendah, dan perlindungan terhadap inflasi & gejolak ekonomi global.
  • Properti unggul kalau kamu bisa memilih lokasi strategis & memiliki modal yang cukup; keuntungannya bisa lebih besar jika dihitung sewa + kenaikan harga, tetapi butuh pengelolaan dan risiko lebih besar.

    Baca juga: Kenapa Investasi Emas Masih Menjadi Pilihan Favorit?

5. Rekomendasi untuk Sobat FaMP

Berdasarkan kondisi keuangan & tujuanmu, pertimbangkan:

  1. Tujuan investasi: Apakah ingin simpan nilai + likuiditas cepat (emas) atau ingin aset yang bisa menghasilkan sewa + plus kenaikan harga (properti)?
  2. Kemampuan modal & biaya pemeliharaan: Properti butuh modal tinggi & biaya upkeep. Emas lebih ringan perawatan & biaya.
  3. Waktu investasi: Untuk jangka pendek-menengah (3-5 tahun), emas mungkin lebih aman. Untuk jangka panjang (10-15 tahun), properti bisa menang jika faktor-faktor mendukung.
  4. Diversifikasi: Gabungkan keduanya bisa jadi strategi bijak. Sebagian modal ke properti, sebagian ke emas agar risiko tersebar.

Kesimpulan

Sobat FaMP, kedua jenis investasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing:

  • Emas: lebih aman, likuid, perlindungan terhadap inflasi, modal awal kecil.
  • Properti: potensi kenaikan harga & pendapatan sewa lebih besar, tapi modal & risiko lebih tinggi.

Jadi, “lebih untung” tergantung dari berapa lama kamu mau investasi, berapa besar modalmu, dan seberapa besar toleransimu terhadap risiko & biaya tambahan.

Baca juga: Apa Itu Investasi Emas Digital Bagaimana Caranya?

Kalau kamu Sobat FaMP, lebih milih mana untuk jangka panjang? emas atau properti ? Atau mungkin kombinasi keduanya? Kalau kalian lagi cari info property di Malang Raya bisa cek di Makmur Property ya. Share pilihanmu dan alasannya di kolom komentar ya, siapa tahu bisa jadi referensi buat teman-teman yang juga bingung seperti kamu! Salam satu bangsa, dan pastinya NKRI harga mati!

About Author

adminMPNEWS