Bata Hebel, Bata Putih, Bata Ringan, Makmur Property

mpnews.makmurproperty.com 09/11/2021, 10.00 WIB

Penulis: Kunanti Windu Palupi | Editor : Tim MP News

 

Malang, mpnews.makmurproperty.com – Salam. Pernah kah sobat faMP mengamati secara seksama orang yang sedang membangun rumah, villa atau gedung? Pernah kah Anda mengamati dindingnya menggunakan bahan bata merah atau bata putih? Bata putih seringkali disebut juga sebagai bata ringan atau hebel. Saat ini, hebel kian dicari dan diminati karena berbagai keunggulannya. Material ini menjadi favorit utamanya untuk para arsitek, pengembang atau developer perumahan.

Melansir dari Wikipedia, hebel atau bata ringan yaitu bata yang terbuat dari adonan pasir silika, gypsum, batu kapur, semen, air dan aluminium bubuk. Adonan ini kemudian dipanaskan dan diberi tekanan tinggi menggunakan autoclave. Oleh karenanya hebel lebih kedap suara, tahan api dan tahan jamur. Disebut sebagai bata ringan karena material ini memiliki bentuk seperti batu bata hanya saja beratnya lebih ringan. Bila dibandingkan dengan batu bata yang memiliki massa jenis 2.000 kg/m3, massa jenis bata ringan hanya 650 kg/m3. Perbedaannya signifikan sekali kan?

Baca Juga : Arsitektur Adalah? Simak Pembahasan Dunia Properti Kali Ini

Terdapat dua jenis hebel atau bata ringan yaitu

1. Autoclaved Aerated Concrete (AAC)

Bata ringan jenis AAC ini dibuat dari adonan yang terdiri dari pasir silika, gypsum, batu kapur, semen, ari dan alumunium. Campuran bahan-bahan ini harus dicampur dengan sempurna dan akan mengembang selama 8 jam. Bubuk alumunium berperan sebagai pengembang dan mempengaruhi kekerasan hebel. Kemudian adonan hebel dipotong sesuai ukuran. Lalu adonan dimasukan ke dalam autoclave.

Autoclave ini kemudian akan memanaskan dan memberikan tekanan tinggi bagi adonan hebel sehingga adonan menjadi kering dan matang. Reaksi kimia akan terjadi ketika pasir silika, gypsum, batu kapur, semen, air dan alumunium bubuk dicampurkan. Bubuk aluminium bereaksi dengan kalsium hidroksida yang terdapat di dalam pasir silika dan air sehingga menciptakan hidrogen. Hidrogen ini membentuk gelembung udara dalam campuran hebel tersebut. Gelembung udara meningkatkan volume adonan sebanyak seratus persen dari volume awal. Pada akhir proses, hidrogen akan terlepas dan udara akan menggantikannya. Rongga – rongga udara yang terbentuk membuat hebel menjadi ringan.

2. Cellular Lightweight Concrete (CLC)

CLC adalah hebel selular yang proses pengawetannya dilakukan secara alami. Pada hebel konvensional, kerikil digantikan dengan gelembung udara yang menggunakan busa organik sehingga tidak terjadi reaksi kimia ketika pembuatan adonan. Udara di CLC hanya berfungsi sebagai media untuk membungkus udara. Pada CLC, gelembung udara dihasilkan secara terpisah antara satu dengan yang lainnya sehingga penyerapan air lebih sedikit dari AAC.

Baca Juga : 5 Elemen Kunci Agar Eksterior Rumah Anda Tampak Menawan

Sebelum pembangunan rumah, perlu perhitungan yang teliti mengenai jumlah hebel yang dibutuhkan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya material yang terbuang. Ukuran hebel yang beredar di pasaran pun beragam, diantaranya:

1. panjang 60cm, lebar 20cm, tebal 7.5cm
2. panjang 60cm, lebar 20cm, tebal 10cm
3. panjang 60cm, lebar 20cm, tebal 12,5cm
4. panjang 60cm, lebar 20cm, tebal 15cm
5. panjang 60cm, lebar 20cm, tebal 20cm

Banyak arsitektur dan pengembang menggunakan bata ringan atau hebel ini sebagai material pembentuk dinding. Faktor utamanya karena bata ringan memiliki bentuk lebih rapi dan seragam dan memiliki ukuran lebih besar sehingga pengerjaan proyek akan lebih cepat selesai. Namun permukaan hebel yang halus biasanya menimbulkan kesulitan tersendiri dalam pemasangannya, sehingga dibutuhkan tenaga yang terampil.

Itu tadi ulasan mengenai bata hebel/bata putih/bata ringan. Tertarik menggunakan material ini untuk rumah Anda? Selamat berkreasi, salam satu bangsa dan pastinya NKRI harga mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *