x
PPN Naik 12% di 2025, Apa Dampaknya terhadap Pasar Properti?

PPN Naik 12% di 2025, Apa Dampaknya terhadap Pasar Properti?

PPN Naik 12% di 2025, Apa Dampaknya terhadap Pasar Properti?

Mpnews.makmurproperty.com 22/12/2024, 08.00 WIB

Penulis: Jovica Hatmanti P. | Editor : Tim MP News

Malang, Mpnews.makmurproperty.com – Salam. Sobat FaMP, kita punya kabar terbaru nih soal dunia perpajakan! Pemerintah Indonesia merencanakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Kebijakan ini tentunya akan berdampak pada berbagai sektor, termasuk pasar properti. Yuk, kita bahas lebih dalam dampaknya buat Sobat FaMP yang sedang atau berencana beli properti!

Apa Itu PPN dan Kenapa Naik?

PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang dikenakan pada setiap transaksi barang dan jasa, termasuk properti. Kenaikan tarif dari 10% menjadi 12% ini merupakan bagian dari program reformasi perpajakan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Tujuannya? Untuk menambah pendapatan negara sekaligus menciptakan sistem pajak yang lebih stabil dan adil.

Baca juga: Bunga Bank Mempengaruhi Harga Properti Tahun Depan?

Dampak Kenaikan PPN terhadap Pasar Properti

  1. Harga Properti Cenderung Naik

Kenaikan PPN otomatis membuat harga jual properti meningkat. Misalnya, jika harga rumah Rp1 miliar, kenaikan PPN sebesar 1% berarti ada tambahan Rp10 juta. Kenaikan ini bisa memengaruhi daya beli, terutama untuk konsumen yang sensitif terhadap harga.

  1. Penurunan Minat Beli Properti

Bagi pembeli rumah pertama atau investor kecil, kenaikan harga akibat PPN bisa jadi penghalang. Mereka mungkin menunda pembelian hingga menemukan alternatif properti yang lebih terjangkau.

  1. Dampak pada Properti Premium dan Menengah
  • Properti Premium: Segmen ini biasanya lebih tahan terhadap kenaikan pajak karena konsumennya adalah kalangan atas. Namun, tetap saja ada potensi negosiasi harga.
  • Properti Menengah: Segmen ini mungkin lebih terkena dampak, karena banyak pembeli di kategori ini bergantung pada pinjaman bank yang terkait langsung dengan kemampuan angsuran.
  1. Pengembang Properti Bisa Terdampak

Pengembang properti kemungkinan harus menyesuaikan strategi penjualan, seperti memberikan diskon, cicilan ringan, atau subsidi untuk menarik minat pembeli.

  1. Dorongan untuk Properti Berkonsep Hemat Pajak

Properti dengan harga di bawah batas tidak kena PPN (seperti rumah subsidi) akan semakin diminati. Hal ini bisa meningkatkan daya saing di segmen properti subsidi.

Baca juga: 5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Properti

Bagaimana Menghadapinya?

  1. Pilih Properti Sebelum Kenaikan: Jika Sobat FaMP sudah punya rencana beli properti, lakukan sebelum kenaikan tarif berlaku. Lumayan kan, bisa hemat 1% dari PPN!
  2. Cari Properti Subsidi: Properti subsidi biasanya bebas PPN. Cocok untuk pembeli pertama atau mereka yang mencari rumah dengan harga terjangkau.
  3. Manfaatkan Promo Pengembang: Pengembang biasanya memberikan promo menarik untuk menghadapi situasi seperti ini, seperti cashback atau free PPN.
  4. Hitung Anggaran dengan Cermat: Pastikan Sobat FaMP memasukkan komponen PPN ke dalam perhitungan anggaran untuk mencegah kejutan di akhir.

Kalau Sobat FaMP lagi hunting properti, Makmur Property siap bantu menemukan pilihan terbaik, mulai dari rumah impian hingga properti investasi. Kunjungi website kami di www.makmurproperty.com untuk info lengkap!

Gimana menurut Sobat FaMP? Apakah kenaikan PPN ini bikin Sobat FaMP ragu untuk beli properti atau malah semakin semangat berburu rumah sebelum 2025? Tulis pendapat Sobat FaMP di kolom komentar ya! Salam satu bangsa dan pastinya NKRI harga mati.

 

About Author

adminMPNEWS